Kodim 0822 Bondowoso
Kodim 0822 Bondowoso

PEMBINAAN WAWASAN KEBANGSAAN, INI PESAN DANDIM 0822/BONDOWOSO

8

Bondowoso, Kesadaran Bela Negara merupakan sesuatu yang esensial dan harus dimiliki oleh setiap warga Negara Indonesia, Sebagai wujud penunaian hak dan kewajiban dalam upaya bela Negara. Kesadaran Bela Negara menjadi modal dasar sekaligus kekuatan bangsa dalam rangka menjaga keutuhan, kedaulatan serta kelangsungan hidup bangsa dan Negara. Kodim 0822/Bondowoso menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Wawasan Kebangsaan Semester II TA. 2019, Bertempat di aula Jenderal Sudirman Kodim 0822/Bondowoso Jl. Letnan Sutarman No. 06 Bondowoso, Rabu (6/11).

Acara tersebut dihadiri oleh Danramil dan Babinsa serta Persit KCK Cab. XXXVI jajaran Kodim 0822. Sosialisasi Pembinaan Wawasan Kebangsaan yang diberikan langsung oleh Komandan Kodim 0822/Bondowoso Letnan Kolonel Inf Jadi, S.I.P., tentang Radikalisme dan Proxy War, Danramil 0822/12 Sukosari Kapten Inf Surakno tentang Bela Negara, Danramil 0822/14 Prajekan Kapten Arm Edi Mulyono tentang Empat Konsensus Berbangsa Dan Bernegara, Pasiter Kodim 0822 Kapten Arm Sugeng Prawoto tentang Wawasan Kebangsaan dan Materi Bahaya Latent Komunis disampaikan Pasi Intel Kodim 0822 Kapten Inf Moeljanto.

“Pemberian materi ini sebagai langkah konkrit TNI khususnya Kodim 0822/Bondowoso dan jajaran terhadap Toga, Tomas dan generasi muda khususnya adik-adik siswa-siswi. Mereka dari sedini mungkin harus memiliki wawasan kebangsaan, bela negara dan memahami empat pilar kebangsaan untuk menumbuh kesadaran akan pentingnya rasa memiliki dan jiwa nasionalisme terhadap bangsa dan negara,” terang Dandim 0822. 

Selain itu, kata Letkol Inf Jadi, S.I.P., , ada juga materi Radikalisme, Proxy War dan Bahaya Latent Komunis dengan tujuan agar mereka mengetahui sejarah, kondisi suatu negara yang tidak terlepas dari berbagai bentuk ancaman dan gangguan, hambatan, tantangan  baik yang timbul dari dalam maupun dari luar negeri.

“Berbagai Bentuk ancaman terhadap bangsa saat ini tidak terlepas dari Proxy War yang dilakukan oleh negara-negara yang memiliki kepentingan, bisa melalui state dan non state dengan tujuan untuk menguasai negara yang menjadi sasaran,” ujarnya. (By Pendim 0822).