Kodim 0822 Bondowoso
Kodim 0822 Bondowoso

DANDIM 0822/BONDOWOSO HADIRI BIMTEK #BEKERJA 2018# BUDIDAYA AYAM BURAS

240

Bondowoso, 06 September 2018, Sebagian besar masyarakat memelihara ayam kampung atau yang biasa disebut Ayam Buras (Bukan Ras) ini dengan cara diumbar.  Ayam dibiarkan berkeliaran untuk mencari makan sendiri dan apabila ada sisa makanan, pemilik akan memberikannya pada ayam. Memang cara tersebut tidaklah merugikan, namun cara ini dinilai kurang ekonomis, apalagi bila tujuan pemeliharaannya adalah untuk mencari keuntungan. Dengan cara diumbar, ayam kampung yang dipelihara tersebut dapat menghasilkan sekitar 8 – 15 anak per periode telur. Namun tidak banyak dari jumlah anak ayam tersebut yang menjadi ayam dewasa. Banyak hal yang menyebabkan kematian anak ayam.
Bertempat Balai Desa di Ds. Sumber Wringin Kec. Sumber Wringin Kab. Bondowoso telah dilaksanakan kegiatan (Bimtek) Bimbingan Teknis (Bekerja) Bedah Rakyat Miskin Sejahtera tahun 2018 budidaya ayam buras dengan penyelenggara Dinas Pertanian Kab. Bodowoso bekerjasama dengan BBIB (Balai Besar Inseminasi Buatan) Singosari-Malang.

 Saat ini bukan hanya daging ayam potong, namun permintaan terhadap daging ayam kampung saat ini sangat tinggi. Bisnis usaha ayam kampung masih terbuka lebar. Hal ini dikarenakan stok atau pasokan dibanding permintaan tidak seimbang. Harga ayam buras tersebut juga relatif stabil dibandingkan jenis unggas lainnya, yaitu apabia dikonversikan maka harga karkas mencapai Rp.50 ribu per kg. Dengan permintaan yang luar biasa maka, peluang untuk menjadi penyedia ayam kampung cukup menjanjikan. Dan tidak diragukan lagi potensi bisnis nya begitu tinggi.
Di sela-sela kegiatan tersebut Dandim 0822/Bondowoso Letkol Inf Tarmuji, S.Ag mengatakan, “Keuntungan memelihara ayam kampung akan terlihat apabila pemeliharaan ternak tersebut dilakukan  secara intensif.   Permintaan daging ayam kampung yang cukup besar memberikan peluang bisnis yang menggiurkan untuk budidaya ayam kampung secara intensif.

Saat ini, dengan waktu 60 hari atau kurang, peternak sudah bisa merasakan hasil dari bisnis ini. Pasalnya sudah terdapat berbagai ayam buras hasil persilangan yang dapat mencapai bobot 1 kg dalam waktu sekitar dua bulan apabila dipelihara secara intensif.
Yang dimaksud pemeliharaan intensif diatas adalah manajemen perawatan, yaitu mulai dari  pemberian pakan, pencegahan penyakit serta kontrol harian lainnya. Sumber pakan ayam kampung mudah diperoleh dan berbeda dengan ayam pedaging yang tergantung pada pakan pabrikan, bahkan bisa meramu sendir dengan memanfaatkan sumberdaya lokal tetapi dalam pemberiannya harus memperhatikan kualitas dan kuantitasnya. Selain itu kontrol terhadap penyakit juga perlu dilakukan meski ayam buras lebih tahan penyakit dibadingkan dengan ayam pedaging. Hal ini untuk mengurangi kerugian akibat serangan penyakit menular pada ayam”, tutur Dandim 0822. (Pendim 0822).