Kodim 0822 Bondowoso
Kodim 0822 Bondowoso

BANGKITKAN SEMANGAT GENERASI MUDA KODIM 0822/BONDOWOSO GELAR WAWASAN KEBANGSAAN

94

Bondowoso, 30 Agustus 2018, Pendidikan Wawasan Kebangsaan (Wasbang) sangat penting diberikan kepada generasi muda terutama  mereka yang pada usia pelajar, karena mereka adalah kader penerus bangsa yang bertugas mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari berbagai ancaman dan gangguan. Untuk itu, Kodim 0822/Bondowoso menugaskan Batiops Kodim 0822 Pelda Yulizen memberikan pendidikan Wasbang kepada ratusan Mahasiswa Akbid Darma Praja Bondowoso.

Menurut Pelda Yulizen, Wawasan Kebangsaan merupakan kegiatan peningkatan kesadaran masyarakat akan nilai-nilai luhur budaya bangsa, khususnya untuk membangkitkan rasa dan semangat kebangsaan di kalangan pelajar dan santri dan juga mendorong percepatan pencapaian tujuan dan cita-cita nasional dalam kerangka NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

“Pendidikan Wawasan Kebangsaan ini sangat penting bagi kehidupan berbangsa dan bernegara terutama kepada para mahasiswa Akbid, “ ujar Batiops.

Lebih lanjut Pelda Yulizen menyampaikan, kondisi wawasan kebangsaan saat ini sudah mulai memudar. Hal tersebut dapat terlihat dari beberapa indikasi seperti rusaknya lingkungan hidup dan merebaknya penyakit masyarakat misalnya judi, pornografi, pornoaksi, narkoba dan kriminalitas. Ancaman terhadap wawasan kebangsaan, mulai dari lemahnya penghayatan dan pengamalan agama, kurangnya pemahaman kemajemukan bangsa, perilaku ekonomi negatif karena ketida kadilan, lemahnya penegakan hukum, lemahnya kemampuan budaya lokal dalam memfilter budaya asing yang negatif.

Dalam kesempatan yang sama, Pelda Yulizen juga menambahkan tentang fenomena Proxy War, perang yang merupakan sebuah konfrontasi antara dua kekuatan besar dengan menggunakan pemain pengganti/pihak ketiga untuk menghindari konfrontasi secara langsung dengan alasan mengurangi risiko pada kehancuran yang fatal, biasanya pihak ketiga yang bertindak sebagai pemain pengganti adalah negara kecil, aktor non negara yang dapat berwujud LSM, Ormas dan kelompok masyarakat atau perorangan.

“Singkatnya, Proxy War merupakan kepanjangan tangan dari suatu negara yang berupaya mendapatkan kepentingan strategisnya namun menghindari keterlibatan langsung suatu perang yang mahal dan berdarah,” pungkasnya. (By Pendim 0822).